Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 09.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Slow Respon
Untuk pemesanan Fast Respon Hubungi via WA/SMS ke 0812-2179-6013
Beranda » Arsip dari kategori 'Celana Setengah Betis'

Kategori Celana Setengah Betis

Maaf, produk belum tersedia pada kategori ini

Banyak berbagai macam jenis celana yang bisa di kenakan untuk kegiatan sehari-hari dari mulai untuk kegiatan santai sampai kegiatan formal semua biasa nya sudah menyesuaikan pakaian nya, sama dengan hal nya pakaian celana pun ada banyak jenis yang di gunakan untuk kegiatan sehari-hari atau di gunakan untuk kegiatan khusus dari mulai celana berbahan jeans ,sampai katun pun sudah menjadi umum karena setiap orang memiliki kepentingan dan keperluan berbeda. Di tengah marak nya produk fashion yang mengikuti perkembangan zaman sekarang, sangat sedikit yang mau kembali mengimani dan menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam salah satu nya menggunakan pakaian sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, bagaiamana memang nya pakaian yang di sunnah kan Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam? Sebenar nya ada banyak jenis pakaian yang termasuk pakaian sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam namun pada kali ini kita akan membahas tentang celana atau kain sarung yang selalu di gunakan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam.

Celana seperti apa yang di sunnah kan untuk di gunakan agar kita bisa mengikuti sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam? Ya celana setengah betis atau biasa di sebut celana cingkrang, celana ini di sebut celana yang mengikuti pakaian sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam karena sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam yang di riwayatkan dari Keadaan sarung seorang muslim hingga setengah betis, tidaklah berdosa bila memanjangkannya antara setengah betis hingga di atas mata kaki, Dan apa yang turun dibawah mata kaki maka bagiannya di neraka, Barangsiapa yang menarik pakaiannya karena sombong maka Alloh tidak akan melihatnya” [Hadits Riwayat. Abu Dawud 4093, Ibnu Majah 3573, Ahmad 3/5, Malik 12. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Misykah 4331] Hadits ini menunjukkan bahwa yang sunnah hendaklah sarung seorang muslim hingga setengah betis, dan dibolehkan turun dari itu hingga di atas mata kaki, Apa saja yang dibawah mata kaki maka hal itu terlarang dan haram [ Aunul Ma’bud 11/103]

Dari Hudzaifah Radhiallahu’anhu beliau berkata

“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang otot betisku lalu bersabda, “Ini merupakan batas bawah kain sarung. Jika engkau enggan maka boleh lebih bawah lagi, Jika engkau masih enggan juga bagi sarung pada mata kaki” [Hadits Riwayat. Tirmidzi 1783, Ibnu Majah 3572, Ahmad 5/382, Ibnu Hibban 1447. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 1765]

Hadits-hadits di atas sangat menjelas kan tentang celana setengah betis adalah sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, celana setengah betis ini juga di anjurkan yang paling utama jikapun tidak boleh menurun kan nya asal kan jangan melebihi mata kaki. Ada beberapa riwayat juga yang menguat kan di zaman Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam agar ikhwan muslim khusus nya menggunakan celana setengah betis ini, seperti hadits yang di riwayat kan dari

Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata :

سَمِعْتُ عَمَّتِي ، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ : « اِرْفَعْ إِزَارَكَ  ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ  مَلْحَاءُ) قَالَ : « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ  ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ

Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’ Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata,”Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai  teladan?” Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua betisnya.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Muhammadiyyah, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

Jelas kita bisa mengambil pelajaran dan ibroh dari hadits di atas adalah Rasullullah shallahu’alaihi wa sallam melarang untuk ikhwan jangan memanjangkan kain celana nya sampai melampaui mata kaki selain memang dari segi kebersihan juga lebih terjaga  dari syariatnya memang seperti itu hukumnya, selayaknya muslim yang taat dan bertaqwa kita tidak boleh menolak rujukan yang jelas dari Rasullullah shallahu’alahi wa sallam agar kita termasuk hamba-hamba yang selamat kelak di hari akhir karena mengikuti sunnah nabi, beberapa hadits yang menyataan tentang larangan isbal (musbil) dan supaya menggunakan celana setengah betis.

Adapun beberapa orang terkadang tetap memiliki hujjah yang berbeda dengan merujuk ke hadits ini jika kita tidak sombong maka hukum nya boleh menjulurkan atau memanjangkan kain celana kita sampai bawah kaki dengan dalih asalkan tidak sombong, dan ini lah firman Allah Subhanahu wata’ala tentang larangan tetap jangan memanjangkan kain sarung atau celana sampai bawah kaki walaupun tidak sombong.

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ

“Kain yang berada di bawah mata kaki itu berada di neraka.” (HR. Bukhari no. 5787)

Hadits yang di riwayatkan dari Abu Huroiroh radhiyallahu‘anhu menjelaskan bahwa menjulurkan kain nya sampai melampaui mata kaki maka itu berada di neraka artinya sekalipun tidak sombong tetap mendapatkan  ancaman berat dari Allah subhanahu wata’ala, alangkah lebih baiknya kita mentaati apa yang sudah jelas hadits dan sanad nya shahih dan seusai tuntunan Rasullullah shallahu’alahi wa sallam.

Alangkah baik nya kita bijak dalam menyikapi sesuatu apalagi masalah beragama agar kita menjadi hamba-hamba Allah Subhanahu wata’ala yang senantiasa dalam kebenaran dan di beri petunjuk maka kita ikuti apa yang di perintah kan Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam, mungkin dengan penjelasan beberapa hadits tentang celana setengah betis ini bisa menambah informasi bagi anda yang sedang mencari tau tentang kebenaran celana cingkrang ini, semoga informasi yang kami sampai kan bermanfaat dan menjadi lading ibadah amin allahuma amin.

SIDEBAR