Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 09.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Slow Respon
Untuk pemesanan Fast Respon Hubungi via WA/SMS ke 0812-2179-6013
Beranda » Artikel Terbaru » Sunnah Berjenggot

Sunnah Berjenggot

Diposting pada 15 January 2018 oleh yudhihafidz

Islam adalah agama yang terbaik dan islam memiliki aturan yang sudah sangat sempurna,  Islam secara detail memberikan tuntunan persoalan-persoalan hidup manusia, dari persoalan kecil hingga ke persoalan besar. Dari masalah adab buang hajat hingga persoalan adab dalam berumah tangga. Dari mulai bangun untuk beraktifitas sampai tidur kembali semua nya sudah islam atur dengan baik di dalam Al-qur’an dan As-sunnah, jika hidup kita mengikuti pedoman yang sudah Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dengan memegang teguh pada Al-qur’am dan As-sunnah insya allah hidup kita akan teratur dan tenang.

Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang sunnah berjenggot , Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam apa saja yang mesti kita ikuti sebenar nya? Jawaban nya semua sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam adalah fardu ain mendekati wajib untuk di ikuti karena memang dengan kita menggenggam dan menjalan kan sunnah insya allah hidup kita lebih teraarah dan berkah. Salah satu yang akan kita bahas mengenai sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam adalah tentang sunnah berjenggot, memang bagaimana dengan jenggot, apakah Islam juga memberikan tuntunan yang baik tentang itu ? Apakah ada juga persoalan bahwa lelaki diharuskan untuk memelihara jenggot (lihyah) ?

Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam memerintah kan untuk ikhwan agar memeliha dan memanjang kan jenggot seperti hadits Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.”
(HR. Muslim no. 623)

Dari hadits di atas ibroh yang bisa kita ambil adalah bahwa Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam memerintah kan hendak nya seorang ikhwan memotong dan memendekan kumis namun untuk jenggot harus lah pelihara jenggot, hendak nya kita sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam yang berusaha menjalan kan sunnah dengan baik kita jangan mencoba menyelisih dengan hadits yang sudah shahih di riwayat kan oleh sahabat.

Kemudian ada pula hadits yang menjelaskan untuk menyelisihi orang-orang musyrik karena siapa yang suka menyerupai suatu kaum maka kelak pada hari pembalasan akan di bangkit kan dengan  kaum tersebut hadits ini menjelaskan dari

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.”
(HR. Muslim no. 625)

Hadits selanjut nya yang menejelaskan tentang agar supaya memelihara jenggot karena itu adalah fitroh seperti yang di riwayat kan dari Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

“Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja (cebok) dengan air.”
(HR. Muslim no. 627)

Berjenggot bagi muslim adalah fitroh seperti hadits yang di riwayat kan dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha  bahwa ada sepuluh macam fitroh bagi kaum muslim di antara nya sunnah berjenggot, jika sebagai muslim tidak mau memelihara sunnah berjenggot maka kita sudah menyalahi fitroh kita sebagai muslim, banyak nya perbedaan tentang pandangan sunnah berjenggot ini di karena kan ada beberapa orang yang sudah berjenggot dan merasa sudah menjalankan sunnah berjenggot mereka menganggap yang belum berjenggot tidak mau menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam dan sebalik nya untuk yang memiliki hujjah tentang berjenggot hanya bagian dari sunnah yang bisa tidak di lakukan menganggap seseorang yang berjenggot ini adalah jawaban para ulama salafun shaleh tentang perbedaan tersebut.

Imam Bukhari mengetengahkan sebuah riwayat dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis. Adalah Ibnu ‘Umar, jika ia menunaikan haji atau umrah, maka ia menggenggam jenggotnya, dan memotong kelebihannya.”

Imam Muslim juga meriwayat hadits yang isinya senada dengan riwayat Imam Bukhari dari Ibnu ‘Umar, namun dengan menggunakan redaksi yang lain:

“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis, dan panjangkanlah jenggot.”

Beberapa pandangan imam yang meriwayat kan tentang hukum nya berjenggot ini bertujuan untuk membedakan kaum muslim dan musyriki namun permasalahan nya bagaiamana ketika menyikapi perbedaan di zaman yang sekarang sedangkan pada kaum musyirikin seperti orang-orang Cina, para biksu, dan Yahudi ortodok juga memanjangkan jenggot. Kalau demikian memakai jenggot juga dapat dikatakan tasyabuh (menyerupai) orang kafir. Sehingga sekarang kita harus menyelisihi mereka dengan mencukur jenggot.”

Kerancuan tentang beberapa pandangan di atas ini telah di jawab oleh para ulama salafun shaleh seperti

Penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam ta’liq (komentar) beliau terhadap kitab Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim, hal. 220, karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Beliau rahimahullah mengatakan
Ini sungguh kekeliruan yang besar, Karena larangan ini berkaitan dengan memelihara jenggot. Jika saat ini orang-orang kafir menyerupai kita, maka tetap saja kita tidak boleh berpaling dari yang telah diperintahkan walaupun mereka menyamai kita.

Di samping memelihara jenggot untuk menyelisihi orang kafir, memelihara jenggot adalah termasuk fitroh, yang tidak boleh diubah sebagaimana penjelasan di atas,Sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ada sepuluh fitroh, di antaranya memelihara (membiarkan) jenggot’. Maka dalam masalah memelihara jenggot ada dua perintah yaitu untuk menyelisihi orang kafir dan juga termasuk fithroh.”

Sunnah berjenggot ini sangat jelas perintah dan beberapa rujukan hadits nya sehingga baik nya kita jangan menyelisihi dan memiliki pendapat menurut logika kita karena logika tidak bisa di samakan dengan hadits yang sudah sesuai perintah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, sunnah berjenggot juga di pandang oleh beberapa ulama shalafun shaleh adalah fitroh bagi umat muslim seperti hadits riwayat umahhatul mukminin yang menjelaskan ada sepuluh fitroh bagi kaum muslimin di antara nya sunnah berjenggot tadi, semoga dengan kita menjalankan sunnah berjenggot kita kelak mendapat kan kebaikan dan pertolongan dari Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam.

Bagikan informasi tentang Sunnah Berjenggot kepada teman atau kerabat Anda.

Sunnah Berjenggot | ittaqillah celana sirwal

Komentar dinonaktifkan: Sunnah Berjenggot

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 150.000
Ready Stock
Rp 150.000
Ready Stock
SIDEBAR