Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 09.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Slow Respon
Untuk pemesanan Fast Respon Hubungi via WA/SMS ke 0812-2179-6013
Beranda » Artikel Terbaru » Jidat Hitam Dalam Islam

Jidat Hitam Dalam Islam

Diposting pada 17 January 2018 oleh yudhihafidz

Seringkali pandangan beberapa orang menilai sebuah kesalihan dari tampilan, ini sebenar nya tidak bisa di jadi kan acuan dan patokan karena kesalihan seseorang tidak bisa di ukur dengan parameter pandangan manusia semata-mata hanya Allah Subhanahu wata’ala yang mengetahiui kualitas iman yang ada pada diri seseorang. Tidak jarang kesalihan seseorang di lihat oleh sebagian orang dengan penampilan pada wajah nya yaitu ketika di dahi nya ada bekas hitam yang terlihat maka langsung di simpulkan sebagai orang solih yang ahli ibadah dan sujud, ini adalah beberapa kekelirauan yang sering dan banyak terjadi di tengah masyarakat. Banyak nya seseorang yang menganggap ahli ibadah dan sujud bisa terlihat dari jidat atau dahi nya yang menghitam karena mereka mengacu kepada hadits

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS. Al-Fath:29).

Kekeliruan terhadap pemahaman suatu hadits lah yang membuat terkadang mereka menjustifikasi bahwa dengan jidat hitam adalah parameter terhadap orang shaleh dan ahli ibadah, bahkan tidak jarang karena tidak di kaji kembali suatu penjelasan hadits dengan beberapa ahli para ulama sehingga mereka ada yang sampai menganggap bahwa ulama shaleh dan berakidah benar namun tidak memiliki ciri jidat hitam di sebut ulama yang tidak soleh dan tidak ahli ibadah, ini lah yang harus di hindari pemahan secara satu presfektif yang tidak di kaji lagi akhir nya menimbul kan kekeliruan yang fatal. Pakar tafsir Imam At-Thabari meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan “tanda mereka” adalah perilaku yang baik. Dalam sebuah riwayat lain yang beliau nukil juga dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan bekas sujud adalah kekhusyu’an, Juga diriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Qatadah beliau berkata “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

Jadi dari penjelasan yang bisa kita ambil ibroh dan pelajaran nya bahwa yang di maksud tanda orang yang beriman dan ahli sujud adalah kekhusyuan nya bukan dari bentuk fisik berupa jidat hitam, Namun jangan juga kita menganggap bahwa kita alergi terhadap seseorang yang memang kebetulan jidat nya hitam karena jidat hitam dalam islam pun memang ada yang memiliki nya untuk beberapa orang tertentu, kembali ke keadaan kulit nya ada yang memang sensitive ketika di pakai sujud beberapa kali saja sudah menunjukan kehitaman dan tanda pada jidat nya, sehingga kita tidak boleh juga alergi terhadap hal itu. Yang harus di perhatikan adalah tentang sebuah hadits yang sudah di jelas kan di atas tadi bahwa tidak bisa keimanan seseorang di nilai dari bentuk hitam dahi nya, adapula hadits yang di sampaikan oleh ibnu umar yaitu mengenai seseorang agar merwat wajah nya karena keindahan penampilan seseorang terletak pada wajah nya, ini hadits yang di riwayat kan oleh beliau

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

Bahkan dalam satu riwayat pernah di katakan dalam Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

Jadi jidat hitam dalam islam ini tidak bisa menjadi parameter atau tolak ukur seseorang di katakan ahli sujud dan Ibadah bahkan ada riwayat yang mengatakan Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat tentang jidat yang hitam adalah sebuah tanda ahli ibadah dan ketaatan bahkan  ada pendapat hadits tentang bagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr), Dari al Azroq bin Qois Syarik bin Syihab berkata “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku, Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat, Aku berkata kepadanya “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij” Beliau berkata “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku, Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam lalu beliau membaginya, Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih, Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya, Dia lantas berkata “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil” Mendengar ucapannya, Nabi marah besar Beliau bersabda “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali.

Kemudian beliau bersabda :

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudia mereka tidak akan kembali kepada agama, Ciri khas mereka adalah plontos kepala, Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dengan sanad Hasan).

Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsional dan sewajarnya saja, yang penting antara lambung dan paha agak renggang serta ketiak sedikit dibuka, jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi, meskipun sebenarnya belum tentu orang tersebut benar-benar ahli sujud wallahu ‘alam. Jidat hitam dalam islam bisa berupa efek dari kulit yang tipis dan sensitive terhadap gesekan sehingga menimbulkan kapal pada dahi. Itulah penjelasan tentang jidat hitam dalam islam yang bisa di sampaiakan semoga menjadi hikmah untuk kita senantiasa menilai sesuatu dengan mengkaji kepada beberapa ulama yang mempuni ilmu nya.

Bagikan informasi tentang Jidat Hitam Dalam Islam kepada teman atau kerabat Anda.

Jidat Hitam Dalam Islam | ittaqillah celana sirwal

Komentar dinonaktifkan: Jidat Hitam Dalam Islam

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 150.000
Ready Stock
Limited Edition
Rp 150.000
Ready Stock
SIDEBAR