Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 09.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Slow Respon
Untuk pemesanan Fast Respon Hubungi via WA/SMS ke 0812-2179-6013
Beranda » Artikel Terbaru » Jenggot Dalam Islam

Jenggot Dalam Islam

Diposting pada 18 January 2018 oleh yudhihafidz

Jika kita bisa berusaha menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam maka jalan kan lah karena di dalam nya banyak sekali keutamaan yang akan kita dapat kan ketika kita menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, banyak sekali ajaran sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam yang dapat kita amal kan agar kelak kita bisa menapatkan perolongan dari Allah Subhanahu wata’ala. Di antara sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam adalah berjenggot, ya memelihara jenggot dan membiar kan nya tumbuh adalah salah satu anjuran Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, Islam secara detail memberikan tuntunan persoalan-persoalan hidup manusia, dari persoalan kecil hingga ke persoalan besar, Dari masalah adab buang hajat hingga persoalan adab dalam berumah tangga, Dari mulai bangun untuk beraktifitas sampai tidur kembali semua nya sudah islam atur dengan baik di dalam Al-qur’an dan As-sunnah, jika hidup kita mengikuti pedoman yang sudah Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dengan memegang teguh pada Al-qur’am dan As-sunnah insya allah hidup kita akan teratur dan tenang.

Pembahasan kali ini akan membahas salah satu sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu sunnah ber jenggot dalam islam, Jenggot adalah bulu rambut yang tumbuh di bagian dagu,pipi dan leher pria, jenggot sendiri adalah salah satu bentuk lambang seseorang yang sudah dewasa karena mulai ada nya hormon rambut pada daerah tersebut, Karena jenggot adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam? Ya benar hukum ber jenggot dalam islam ini termasuk sunnah yang di harus kan seperti hadis Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam yang memerintah kan untuk ikhwan muslim hendak nya memelihara jenggot dan memotong kumis, pastilah setiap perkataan Rasul mengandung makna dan manfaat karena apa yang di katakana oleh beliau adalah berupa wahyu dari Allah Subhanahu wata’ala.

Hukum ber jenggot dalam islam sendiri memiliki makna penting karena masalah hukum jenggot ini di bahas oleh beberapa ulama shalafun shaleh dan ada hadits Nabi yang menjelaskan bahwa jenggot hendak nya di rawat dan di Panjang kan, seperti hadits yang di riwayatkan Imam An-Nasai di dalam sunannya mengeluarkan hadits dengan sanad yang shahih dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang tidak pernah mengambil dari kumisnya (memotongnya), maka dia bukan termasuk dari golongan kami”

(sumber : https://konsultasisyariah.com/603-apa-hukum-memelihara-jenggot.html)

Jelaslah jika kita merujuk kepada penjelasan hadits tersebut bahwa memanjangkan jenggot dan memotong kumis adalah fardlu seperti kata Al-Allamah besar dan Al-Hafizh terkenal, Abu Muhammad bin Hazm berkata, “para ualama telah bersepakat bahwa mencukur kumis dan memanjang kan jenggot adalah fardlu (wajib). Hadits-hadits tentang hal ini dan ucapan para ulama perihal memotong habis kumis dan memperbanyak jenggot, memuliakan dan membiarkannya memanjang banyak sekali, sulit untuk mengkalkulasi kuantitasnya dalam risalah singkat ini.

Dari hadits di atas dan nukilan ijma oleh Ibnu Hazm diketahui jawaban terhadap ketiga pertanyaan diatas, ulasan ringkasnya: Bahwa memelihara, memperbanyak dan membiarkan jenggot memanjang adalah fardhu, tidak boleh ditinggalkan sebab Rasulullah memerintahkan demikian sementara perintahnya mengandung makna wajib sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Artinya: “Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” [Al-Hasyr : 7]

Demikian pula, menggunting (memotong) kumis wajib hukumnya akan tetapi memotong habis adalah lebih afdhal (utama), sedangkan memperbanyak atau membiarkannya begitu saja, maka tidak boleh hukumnya karena bertentangan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Potonglsh kumis”, “Potonglah kumis sampai habis”, “Barangsiapa yang tidak mengambil dari kumisnya (memotongnya) maka dia bukan termasuk dari golongan kami”.

Berjenggot bagi muslim adalah fitroh seperti hadits yang di riwayat kan dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha  bahwa ada sepuluh macam fitroh bagi kaum muslim di antara nya memelihara jenggot, jika sebagai muslim tidak mau memelihara sunnah berjenggot maka kita sudah menyalahi fitroh kita sebagai muslim, banayak nya perbedaan tentang pandangan sunnah berjenggot ini di karena kan ada beberapa orang yang sudah berjenggot dan merasa sudah menjalankan sunnah mereka menganggap yang belum berjenggot tidak mau menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam dan sebalik nya untuk yang memiliki hujjah tentang berjenggot hanya bagian dari sunnah yang bisa tidak di lakukan menganggap seseorang yang berjenggot ini adalah jawaban para ulama salafun shaleh tentang perbedaan tersebut.

Imam Bukhari mengetengahkan sebuah riwayat dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis. Adalah Ibnu ‘Umar, jika ia menunaikan haji atau umrah, maka ia menggenggam jenggotnya, dan memotong kelebihannya.”

Imam Muslim juga meriwayat hadits yang isinya senada dengan riwayat Imam Bukhari dari Ibnu ‘Umar, namun dengan menggunakan redaksi yang lain:

“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis, dan panjangkanlah jenggot.”

kita bisa mengambil ibroh dari beberapa penjelasan dan hadits-hadits yang menjelas kan tentang jenggot dalam islam ini adalah sunnah yang memang di fardlu kan oleh Nabi Muhammad Shalallahu’alihi wa sallam untuk ikhwan khusus nya dan insya allah  jika kita menjalan kan dengan iklas dan mengharap ridho allah maka kita akan mendapat kan keberkahan karena kita berusaha menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alihi wa sallam.

Bagikan informasi tentang Jenggot Dalam Islam kepada teman atau kerabat Anda.

Jenggot Dalam Islam | ittaqillah celana sirwal

Komentar dinonaktifkan: Jenggot Dalam Islam

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 150.000
Ready Stock
Best Seller
Rp 150.000
Ready Stock
SIDEBAR