Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 09.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Slow Respon
Untuk pemesanan Fast Respon Hubungi via WA/SMS ke 0812-2179-6013
Beranda » Artikel Terbaru » Hukum Berjenggot

Hukum Berjenggot

Diposting pada 15 January 2018 oleh yudhihafidz

Jenggot adalah bulu rambut yang tumbuh di bagian dagu,pipi dan leher pria, jenggot sendiri adalah salah satu bentuk lambang seseorang yang sudah dewasa karena mulai ada nya hormone rambut tersebut, Namun tahukah anda jika jenggot adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam? Ya benar hukum berjenggot dalam islam ini termasuk sunnah yang di harus kan seperti hadis Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam yang memerintah kan untuk ikhwan muslim hendak nya memelihara jenggot dan memotong kumis, pastilah setiap perkatan Rasul mengandung makna dan manfaat karena apa yang di katakana oleh beliau adalah berupa wahyu dari Allah Subhanahu wata’ala.

Hukum berjenggot sendiri dalam islam memiliki makna penting karena masalah hukum jenggot ini di bahas oleh beberapa ulama shalafun shaleh dan ada hadits Nabi yang menjelaskan bahwa jenggot hendak nya di rawat dan di Panjang kan, seperti hadits yang di riwayatkan Imam An-Nasai di dalam sunahnya mengeluarkan hadits dengan sanad yang shahih dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang tidak pernah mengambil dari kumisnya (memotongnya), maka dia bukan termasuk dari golongan kami”

(sumber : https://konsultasisyariah.com/603-apa-hukum-memelihara-jenggot.html)

Jelaslah jika kita merujuk kepada penjelasan hadits tersebut bahwa memanjangkan jenggot dan memotong kumis adalah fardlu seperti kata Al-Allamah besar dan Al-Hafizh terkenal, Abu Muhammad bin Hazm berkata, “para ualama telah bersepakat bahwa mencukur kumis dan memanjang kan jenggot adalah fardlu (wajib). Hadits-hadits tentang hal ini dan ucapan para ulama perihal memotong habis kumis dan memperbanyak jenggot, memuliakan dan membiarkannya memanjang banyak sekali, sulit untuk mengkalkulasi kuantitasnya dalam risalah singkat ini.

Dari hadits-hadits di atas dan nukilan ijma oleh Ibnu Hazm diketahui jawaban terhadap ketiga pertanyaan diatas, ulasan ringkasnya: Bahwa memelihara, memperbanyak dan membiarkan jenggot memanjang adalah fardhu, tidak boleh ditinggalkan sebab Rasulullah memerintahkan demikian sementara perintahnya mengandung makna wajib sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Artinya: “Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” [Al-Hasyr : 7]

Demikian pula, menggunting (memotong) kumis wajib hukumnya akan tetapi memotong habis adalah lebih afdhal (utama), sedangkan memperbanyak atau membiarkannya begitu saja, maka tidak boleh hukumnya karena bertentangan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Potonglsh kumis”, “Potonglah kumis sampai habis”, “Barangsiapa yang tidak mengambil dari kumisnya (memotongnya) maka dia bukan termasuk dari golongan kami”.

Artinya jelas bahwa hukum berjenggot ini adalah perintah Nabi Muhammad Shalallahu’alahi wa sallam supaya ikhwan muslim khusus nya hendak lah memanjang kan jenggot nya dan jangan menckur nya sedangkan jika kumis harus lah di potong agar kita tidak termasuk hamba yang merugi, jika memang untuk menjalan kan sebuah sunnah Nabi itu tidak mudah wajar saja karena memang hidup di zaman yang serba fitnah ini tidak lah mudah, ketika kita memutus kan untuk menjalan kan sunnah disitu keimanan kita akan di uji. Dari mulai yang mengolok-olok, kemudian menjudge bahkan ada yang menganggap aliran sesat, Namun justu keimanan dan tauhid kita di uji apakah dengan perkataan seperti itu kita akan mendengar kan dan meng iyakan nya sehingga kembali mengurungkan niat untuk menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam. Yang perlu kita ingat seitan tidak akan berhenti mencari cara agar supaya manusia terus berada dalam kesalahan sehingga apa yang di perintah kan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bisa di abaikan begitu saja dengan hanya berdalihkan nafsu dan akal saja.

Hendak nya umat muslim khusus nya ikhwan memperhatikan perihal hukum berjenggot ini karena dari beberapa lafadz hadits di atas ancaman bagi yang memlihara kumis ini memang mendapat ancaman berat termasuk pula mencukur jenggot sama-sama di golong kan ke dalam perbuatan maksiat, dan jika kita melakukan hal tersebut memanjangkan kumis dan mencukur jenggot seperti menyerupai suatu kaum musyrikin dan dalam hadits di katakana yang artinya “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka”.

Jika kita menyerupai suatu kaum maka kelak ketika di akhirat kita akan di bangkit kan Bersama mereka naudzbillah dan kaum yang di maksud adalah kaum musyirikin, jadi sudah jelas sekarang bahwa hukum berjenggot ini untuk muslim adalah fardlu yang bilamana di kerjakan mendapat kan keutamaan sunnah dan pahala dan jika di langgar mendapat kan dosa, semoga informasi mengenai hukum berjenggot ini bisa bermanfaat untuk menjadi referensi yang membuat anda semakin yakin menjalankan sunnah dan memahami hukum berjenggot dalam islam.

Bagikan informasi tentang Hukum Berjenggot kepada teman atau kerabat Anda.

Hukum Berjenggot | ittaqillah celana sirwal

Komentar dinonaktifkan: Hukum Berjenggot

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Limited Edition
Rp 150.000
Ready Stock
Rp 150.000
Ready Stock
Rp 150.000
Ready Stock
SIDEBAR