Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 09.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Slow Respon
Untuk pemesanan Fast Respon Hubungi via WA/SMS ke 0812-2179-6013
Beranda » Artikel Terbaru » Hadits Celana Cingkrang

Hadits Celana Cingkrang

Diposting pada 18 January 2018 oleh yudhihafidz

Segala Puji Bagi Allah Subhanahu wata’ala Rabb semesta alam, Aku bersaksi tiada yang berhak diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan shalawat kepada beliau, keluarganya, sahabatnya dan orang yang mengikuti sunnah-sunnah beliau serta orang yang mendapatkan hidayah dengan bimbingan beliau hingga hari akhir.

Merupakan suatu kewajiban bagi muslimin untuk mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, mentaati beliau dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta membenarkan berita yang dibawa beliau. Itu semua bisa menunjukkan realisasi Syahadat Laa ilaha ila Allah dan Muhammad Rasulullah, Dengan itu dia bisa mendapatkan pahala dan selamat dari hukuman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tanda dan bukti hal itu adalah dengan terus komitmen melaksanakan simbol-simbol Islam, dalam bentuk perintah, larangan, penerangan, ucapan, keyakinan maupun amalan. Di antara bentuk bukti komitmen melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanahu wata’ala adalah menjalan kan sunnah dengan menggunakan pakaian yang sudah sesuai syariat dan sesuai yang di perintah kan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam. Salah satu pakaian yang di sunnah kan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam adalah pakaian jenis celana cingkrang, Celana Cingkrang adalah jenis celana yang di sunnahkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wa Sallam dengan beberapa contoh banyak hadits celana cingkrang dan dalil yang menyatakan celana ini adalah sunnah nabi, pendapat para ulama pun semakin menguatkan tentang hadits celana cingkrang ini memang sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa salam. Namu tidak sedikit orang yang mencemeooh dan mengolok-olok seseorang yang sudah mulai menggunakan celana cingkrang, di antaranya ada yang sering menyebut nya dengan celana kurang bahan atau bahkan ada yang menyebut nya celana kebanjiran. Sebenarnya mereka yang mencela dan mngolok-olok adalah orang yang belum faham apa sunnah nabi dengan menggunakan celana yang ujung kain nya berada di atasa mata kaki atau biasa di sebut celana jenis cingkrang.

Pada pemabahasan kali ini kita akan membahas hadits celana cingkrang yang mana hadits-hadits ini bisa menjadi penguat untuk anda yang ingin menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, dan tidak lagi menjadi orang yang bermental kalah ketika di cemooh dan di olok-olok menjalan kan sunnah Nabi kita lantas menyerah begitu saja. Hadits celana cingkrang ini sangat banyak dan ada beberapa yang di riwayat kan di antara nya adalah “Wahai kaum muslimin, bertakwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ta’ala, Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman :

” Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah itu perhiasan, Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik, Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS Al A’raf -26)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan nikmat kepada para hambaNya berupa pakaian dan keindahan, Dan pakaian yang dimaksudkan oleh ayat ini ialah pakaian yang menutupi aurat, Dan yang dimaksud ayat ini adalah memperindah secara dlohir, maka pakaian adalah suatu kebutukan yang penting. Dan pada kali ini yang akan di tekan kan adalah pakaian celana cingkrang, di mana seperti hadits Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam

Rasullullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda :

“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat, Tidak dilihat dan dibesihkan (dalam dosa) serta akan mendapatkan azab yang pedih, yaitu seseorang yang melakukan isbal (musbil), pengungkit pemberian, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (Hr Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

 

Dalam keadaan kita mengetahui ancaman keras bagi pelaku Isbal, kita lihat sebagian kaum muslimin tidak mengacuhkan masalah ini, Dia membiarkan pakaiannya atau celananya turun melewati kedua mata kaki, Bahkan kadang-kadang sampai menyapu tanah, Ini adalah merupakan kemungkaran yang jelas. Dan ini merupakan keharaman, Dan merupakan salah satu dosa yang besar, Maka wajib bagi orang yang melakukan hal itu untuk segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga segera menaikkan pakaiannya kepada sifat yang disyari’atkan.

Selain hadits di atas pun ada hadits celana cingkrang yang di jelas kan di atas ada lagi hadits yang melarang pelaku isbal seperti hadits yang di riwayat kan

Dari Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata :

سَمِعْتُ عَمَّتِي ، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ : « اِرْفَعْ إِزَارَكَ  ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ  مَلْحَاءُ) قَالَ : « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ  ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ

Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’ Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata,”Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai  teladan?” Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua betisnya.”

(Lihat Mukhtashor Syama’il Muhammadiyyah, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

(Sumber : https://rumaysho.com/837-hukum-celana-di-bawah-mata-kaki-2.html)

Kita bisa mengambil ibroh dari hadits celana cingkrang di atas bahwa sudah jelas diperintahkan oleh Rasullullah shallahu’alaihi wa sallam adalah larangan/perintah untuk ikhwan jangan memanjangkan kain celana nya sampai melampaui mata kaki selain memang dari segi kebersihan juga lebih terjaga  dari syariatnya memang seperti itu hukumnya, selayaknya muslim yang taat dan bertaqwa kita tidak boleh menolak rujukan yang jelas dari Rasullullah shallahu’alahi wa sallam agar kita termasuk hamba-hamba yang selamat kelak di hari akhir karena mengikuti sunnah nabi, beberapa hadits yang menyataan tentang larangan isbal (musbil) dan supaya menggunakan celana cingkrang.

Itulah beberapa penjelasan tentang hadist celana cingkrang yang dapat di paparkan semoga menjadi ibroh untuk kita semua selaku umat muslim yang taat dan selalu berusha taat untuk menjalan kan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, dan menjadi penguat bagi kita ketika ingin menjalan kan sunnah bisa melihat kepada keberkahan nya bukan omongan-omongan orang yang mengomentari semoga dengan begitu kita bisa menjadi hamba yang semakin berysukur dan di tambah kebaikan nya oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Bagikan informasi tentang Hadits Celana Cingkrang kepada teman atau kerabat Anda.

Hadits Celana Cingkrang | ittaqillah celana sirwal

Komentar dinonaktifkan: Hadits Celana Cingkrang

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 150.000
Ready Stock
Limited Edition
Rp 150.000
Ready Stock
Rp 150.000
Ready Stock
SIDEBAR